spot_imgspot_img

Ajak Keluarga, Garank 1 Demo Tuntut Segera Dilantik Jadi Perades

KUDUS,suaramuria.com – Gabungan ranking (Garank) 1 seleksi perangkat desa hasil seleksi Unpad menggelar aksi unjuk rasa di alun-alun Simpang 7 Kudus, Rabu (23/8). Mereka menuntut segera dilantik menyusul adanya putusan sela dari Pengadilan Negeri (PN) Kudus.

Selain mengusung spanduk berisi tuntutan aksi, para pengunjukrasa juga bergantian berororasi. Mereka juga menebar ancaman akan melaporkan kepala desa ke Kejaksaan jika tak segera menggelar pelantikan perades.

Sukirno, salah seorang anggota keluarga anggota Garank 1 asal Desa Kuwukan mengatakan, istrinya termasuk rangking 1 seleksi Perades beberapa waktu lalu. Namun istrinya hingga saat ini tak kunjung dilantik setelah bupati Kudus membuat surat keputusan terkait penundaan.

Pelantikan Perades hasil seleksi Unpad ditunda menyusul adanya gugatan panitia desa atas hasil seleksi. Namun PN Kudus pada putusan sela menegaskan jika PN Sumedang, tempat kedudukan UNPAD berada, yang berwenang menyidangkan kasus tersebut.

“Jika sampai hari Jumat istri saya yang menjadi peringkat satu seleksi kemarin tidak segera dilantik, maka kades akan kami laporkan ke Kejaksaan,” katanya.

Sukirno menambahkan, istrinya lolos seleksi Perades untuk jabatan sekdes Desa Kuwukan.

Dia pun sesumbar jika tidak melaporkan kepala desa dengan alasan apapun, maka dia siap mengubur anggota badannya di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus.

Tak ada pejabat dari Pemkab Kudus yang menemui massa aksi yang menggelar unjuk rasa di depan pendapa Kabupaten Kudus itu.
Koordinator aksi Teguh Santoso mengatakan, aksi ini merupakan akumulasi kejengkelan anggota Garank 1 yang terus dijegal tak segera dilantik.

SK Penundaan

Padahal sesuai  SK penundaan pelantikan yang dikeluarkan bupati, pelantikan bisa dilakukan maksimal tujuh hari setelah putusan pengadilan tingkat pertama ditayangkan di aplikasi Ecourt Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Sementara putusan pengadilan tersebut, sudah diupload pada tanggal 15 Agustus 2023.

“Artinya, jika dihitung berdasarkan hari, pelaksanaan pelantikan seharusnya hanya tersisa dua hari lagi. Namun dalam kenyataannya sampai saat ini ini belum ada kepala desa yang melakukan pelantikan,” katanya.

Teguh menambahkan, pihaknya menuntut bupati untuk bisa segera menginstruksikan para kepala desa untuk segera menggelar pelantikan.

“Hingga saat ini kades masih takut menggelar pelantikan karena belum ada instruksi dari bupati,” katanya. (srm)

 

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts