spot_imgspot_img

Awas, Banyak Makanan Mengandung Zat Berbahaya Dijual di Pasar

KUDUS,suaramuria.com – Tim Disperindag Provinsi Jateng mendatangi Pasar di Kudus untuk mengecek sejumlah bahan makanan. Pengecekan ini dilakukan menyusul temuan masih adanya makanan mengandung zat berbahaya.

Sebelumnya, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) mendapati belasan jenis bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya dijual di Pasar Bitingan Kudus.

Kepala Bidang Standarisasi dan Perlindungan Konsumen pada Disperindag Provinsi Jateng Senen mengatakan, dari uji BBPOM diketahui 79 sampel yang diambil untuk diperiksa. Hasilnya untuk yang negatif formalin sebanyak 66 sampel.

BACA JUGA : Setelah Kliwon, Kudus Uji Coba e-Retribusi di Pasar Bitingan

“Sementara untuk 13 lainnya mengandung formalinberasal dari sebelas sampel ikan asin dan komoditi lain ada dua sampel. Tim Ada juga kerupuk yang menggunakan pewarna Rodamin B,” terangnya.

Senen menambahkan, diantara belasan sampel yang mengandung formalin itu diketahui seperti gelondong bakso, serta bleng atau bahan pembuat kerupuk.

“Jadi kegiatan ini untuk menindaklanjuti temuan BBPOM tersebut di Pasar Bitingan. Kami melakukan pengawasan atau pengecekan,” tegasnya.

Hasilnya dia mengamani jika ada sejumlah makanan yang tak layak karena mengandung zat berbahaya masih dijual. Seperti Bleng, gelondong bakso, teri nasi, dan cumi kering.

“Tapi ada juga pedagang yang sudah memiliki kesadaran dengan tidak mernjual lagi. Seperti kerupuk dan produk lainnya,” tambahnya.

Untuk pedagang yang masih menjual makanan tak layak tersebut telah diimbau untuk menarik dagangannya. Mereka juga diminta untuk tidak lagi menjual produk tersebut.

“Kami telah meminta mereka menjual produk yang lain dan lebih aman. Kami bersyukur pedagang cukup kooperatif. Begitu tahu berbahaya, bleng, bakso dan teri nasi telah ditarik oleh pedagangnya lagi,” tambahnya.

Pembinaan

Kabid Fasilitasi Perdagangan Promosi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Kabupaten Kudus Minan Mochamad menambahkan, dari hasil temuan itu pihaknya akan menindaklanjutinya dengan melakukan pembinaan dan edukasi kepada para pedagang.

“Kami tentu akan mengedepankan pembinaan. Tapi kalau tetap susah dibina tentu akan kami ambil tindakan tegas. Bisa saja dengan mengambil makanan yang memiliki kandungan berbahaya hingga mengevaluasi surat izin pendasarannya,” tegasnya.

Sementara itu Istiqomah, salah satu pedagang yang menjual Bleng mengaku tak tahu Bleng yang dijualnya itu mengandung boraks. Dia mengaku Bleng telah sejak lama digunakan untuk pembuatan krupuk.

“Saya ambil dari Juwana. Kalau harganya berkisar Rp 2 ribu satunya,” katanya. (srm)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts