spot_imgspot_img

Awetnya Banjir Kudus, Rendam 7 Desa dan Ribuan Hektare Sawah

KUDUS,suaramuria.com –  Banjir masih menggenangi tujuh desa di Kabupaten Kudus hingga Minggu (26/2/2023). Total 3.610 warga terdampak banjir yang tak kunjung surut ini.

Selain merendam rumah milik 476 kepala keluarga, banjir juga menggenangi 1.707 hektare sawah.

Kasi Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Munaji mengatakan, ketinggian banjir di tujuh desa bervariasi antara 10 centimeter hingga 50 centimeter.

BACA JUGA : Tanah Longsor di Lereng Muria, Satu Rumah Rusak

Wilayah yang masih tergenang banjir antara lain Desa Jati Wetan, Desa Tanjungkarang, dan Desa Jetis Kapuan di Kecamatan Jati, Desa Ngemplak, Desa Karangrowo, dan Desa Undaan Lor di Kecamatan Undaan, serta Desa Payaman, Kecamatan Mejobo.

Di Desa Jati Wetan, dua dusun yang terdampak banjir paling parah yakni Dusun Tanggulangin, Gendok, Barisan, ditempat itu, ketinggian air kurang lebih 10 centimeter hingga 50 centimeter.

Pintu Air

Kondisi air banjir berangsur turun seiring pembukaan pintu air untuk membuang banjir ke sungai wulan. Total warga terdampak sebanyak 777 kepala keluarga.

Di Desa Tanjungkarang, sebanyak seribu kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian 10 centimeter hingga 30 centimeter.

Banjir yang menggenangi Desa Jetis Kapuan membuat sebanyak 800 kepala keluarga terdampak. Ketinggian banjir di Jetis Kapuan antara 10 centimeter hingga 50 centimeter.

Sementara itu di Kecamatan Undaan, banjir dengan ketinggian 40 centimeter membuat sebanyak 300 kepala keluarga terdampak. Di Karangrowo, sebanyak 500 KK terdampak banjir dengan ketinggian paling parah setengah meter.

“Untuk Desa Undaan lor air sudah turun menjadi antara 10 centimeter hingga 30 ccentimeter akibat pembukaan pintu air untuk pembuangan air ke Sungai Wulan. Jumlah warga terdampak sebanyak 100 kepala keluarga,” ujarnya.

BACA JUGA : Banjir Lagi, Warga Tagih Janji Menteri Basuki

Munaji menuturkan, banjir di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo naik hingga 10 centimeter. Ketinggian banjir di desa itu kini 10 centimeter hingga setengah meter. Di payaman, sebanyak 233 kepala keluarga terdampak banjir.

“Banjir ini juga berdampak pada areal persawahan. Dari pendataan imi lahan pertanian seluas 1.707 hektare terendam banjir,” ujarnya.

Munaji menambahkan, hujan yang terjadi sejak sepekan terakhir dengan intensitas tinggi di beberapa wilayah Kecamatan di Kabupaten Kudus menyebabkan debit air Sungai Juwana, Sungai JU1, Sungai Bakinah, S. Jumirah, Sungai Piji, Sungai Dawe  naik.

“Arus air ke arah Juwana Pati cukup lama dan antre sehingga menggenangi akses jalan desa, permukiman warga dan persawahan di Wilayah Kecamatan Jati, Kecamatan Undaan dan Kecamatan Mejobo,” katanya. (srm)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts