spot_imgspot_img

Belasan Pengemar Puisi Dari Berbagai Kalangan Gelar Maca Puisi Ning Gang Boento

REMBANG – Belasan pengemar puisi menghadiri event bulanan Maca Puisi Ning Gang Boentoe Soditan Lasem Sabtu (24/9) malam. Belasan pengemar puisi dari berbagai kalangan tampil membawakan puisi karya mereka.

Dari para penampil terdapat Keisha Zhafira Nasya, Bram Handoyo, Shahrul Aditiya yang merupakan siswa-siswi bertalenta khusus dari SLB Negeri Lasem. Selain itu ada pula Kinanthi (pelajar SD Nawawiyah), Pedias YUB (pensiunan PNS), Ayoe Lestari (mahasiswa), Yuni Indah Malika, Sri Purwastini (penjual kopi), Tarom (penjual kopi), M. Baidlowi (santri), Koh Lam (pengiat sejarah), Ipiendot (mimer), Roziqin (guru SMK), Mbah Doel (teknisi PDAM), Achmad Rif’an (Ketua Karang Taruna Kabupaten Rembang), M. Fadhil (jurnalis), H Achmad Midkhom (Gus Mimid) dan anak-anak RT 6 Soditan Lasem. Penampilan mereka diiringi oleh alunan musik kentrung Marmoyo Nanggap Kentrung dari Desa Soditan.

Belasan Pengemar Puisi Dari Berbagai Kalangan Gelar Maca Puisi Ning Gang Boento

 

 

Yon Suprayoga, pengagas Maca Puisi Ning Gang Boentoe mengatakan Maca Puisi Ning Gang Boentoe merupakan kelanjutan dari Festival Gang Boentoe yang digelar bulan Agustus silam. ”Teman-teman peminat puisi berkeinginan memiliki sebuah event bulanan. Sejak Kethek Ogleng Baca Puisi, event pembacaan puisi setiap bulan vakum. Pembacaan puisi sangat lagi jarang. Teman-teman ini sepakat untuk mengelar lagi event bulanan di Gang Boento ini,” jelas dia.

Kukuh Setiawan, koordinator acara mengatakan Maca Puisi Ning Gang Boentoe Soditan Lasem merupakan upaya dukungan penetapan Lasem sebagai Kota Pusaka. ”Sudah ada sejarawan, bangunan-bangunan yang bagus di Lasem. Namun event seni yang berkelanjutan belum ada. Kami ingin mengisi bagian itu agar Lasem benar-benar menjadi Kota Pusaka di semua aspek,” tegas dia.

Gus Mimid menyebut Maca Puisi Ning Gang Boentoe akan memberi warna lain bagi Lasem Kota Pusaka. ”Dari teman-teman yang berkumpul malam ini, kita bisa saling belajar untuk memanusiakan manusia. Ini menjadi unsur yang penting untuk menjadikan Lasem sebagai Kota Pusaka bagi kita bersama,” tandas dia. (rd/red)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts