spot_imgspot_img

Bupati Kudus hingga Gubernur Jateng Beri Testimoni HUT Museum Jenang

KUDUS,suaramuria.com – Eksistensi Museum Jenang dan Gusjigang Kudus mendapat perhatian dari sejumlah tokoh. Kini giliran Bupati Kudus Hartopo hingga Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang memberikan testimoni khusus untuk museum Jenang yang tahun ini berusia 6 tahun.

Beberapa tahun terakhir, tren wisata sejarah kian diminati. Hal tersebut terjadi karena adanya kecenderungan atau tren baru yang muncul di kalangan wisatawan untuk mencari sesuatu yang unik dan autentik dari sebuah kebudayaan.

Museum merupakan salah satu daya tarik wisata budaya. Berbagai warisan budaya yang menjadi koleksi atau bahan pameran suatu museum akan menjadi daya tarik wisata.

Museum dapat menjadi salah satu pilihan bagi para wisatawan yang ingin mengenal lebih jauh tentang keragaman budaya ataupun sebuah keaslian budaya, mengingat salah satu fungsi museum adalah sebagai tempat menyimpan dan memajang benda warisan budaya (cultural heritage).

BACA JUGA : Museum Jenang Rayakan HUT ke-6, Pendiri MURI Jaya Suprana Beri Testimoni Khusus

Selain itu tampilan museum saat ini juga sudah mengikuti perkembangan jaman. Bukan hanya sekedar menampilkan koleksinya dengan sangat menarik, tetapi juga menghadirkan spot yang instagramable.

Salah satu museum yang telah menjadi salah satu ikon pariwisata di Kudus dan Jawa Tengah adalah Museum Jenang dan Gusjigang yang didirikan oleh Mubarokfood.

Bahkan di tahun 2022 yang lalu museum ini telah mendapatkan anugerah rekor MURI sebagai Museum Jenang Pertama di Indonesia.

Museum Jenang dan Gusjigang menampilkan sejarah jenang Kudus, berbagai budaya dan juga kearifan lokal yang ada di Kudus dan juga Jawa Tengah.

Tahun ini, tepatnya pada 24 Mei 2023 Museum Jenang dan Gusjigang memasuki usia yang ke-6. Apresiasi dari berbagai pihak juga diterima oleh museum ini. Salah satunya dari Gubernur Jawa Tengah dan juga dari Bupati Kudus.

Dalam video testimoninya, Gubernur Jateng menyampaikan bahwa salah satu indikator tingginya peradaban negara atau suatu daerah terletak pada seberapa serius masyarakatnya mengolah dan mengakrabi sejarah.

Bisa berupa museum, literasi atau tataran event untuk menyelami masa lalu. Perkara – perkara tersebut tidak harus datang dari Pemerintah. Swasta dan masyarakat umum pun berhak untuk berupaya.

“Kudus dengan segala kebesaran sejarahnya memang pantas memiliki museum yang proporsional. Dalam rangka merawat ingatan dan fakta masa silam agar menjadi spirit kemajuan di era sekarang serta masa depan. Selamat ulang tahun yang ke – 6 untuk Museum Jenang dan Gusjigang. Tetaplah bangga dengan apa yang kita punya agar menjadi penguat benteng negara,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kudus menyampaikan bahwa jenang tidak hanya menjadi kuliner khas Kudus, namun sudah menjadi bagian dari budaya yang dimiliki masyarakat Kudus.

“Melalui wisata edukasi Musuem Jenang dan Gusjigang, Mubarokfood mengajak kita untuk mengenal sejarah dan budaya masyarakat Kudus dengan semangat Gusjigangnya,” katanya.

Ramai Dikunjungi

Ia mengatakan, hingga saat ini museum ini menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi. Hal ini tentu saja turut mendongkrak pariwisata Kabupaten Kudus. “Selamat ulang tahun yang ke – 6, semoga semakin sukses, makin populer, makin membuat Kudus lebih terkenal lagi. Sukses selalu Mubarokfood,” katanya.

Do’a tersebut tentu saja menjadi penyemangat bagi Museum Jenang dan Gusjigang untuk terus menampilkan koleksi yang menebar kemanfaatan bagi masyarakat luas.

Disamping Gubernur Jateng dan Bupati Kudus, Museum Jenang dan Gusjigang juga mendapatkan ucapan selamat dan testimoni dari Gus Mus, Jaya Suprana, Ketua Umum Asosiasi Museum Indonesia dan beberapa tokoh lainnya.

Direktur Mubarokfood, Muhammad Hilmy, sekaligus Pendiri Museum Jenang dan Gusjigang bersyukur museum yang ia dirikan bisa terus eksis dan berkembang.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas apresiasi dan do’a yang diberikan oleh banyak pihak. Semoga dengan pencapaian usia ini, Museum Jenang dan Gusjigang Mubarok semakin menginspirasi, semakin mampu memberikan edukasi kepada publik sehingga semakin menguatkan sejarah dan ciri khas Jawa Tengah,” katanya.

Apalagi, kata dia, saat ini ada anggapan masyarakat bahwa ke Museum lebih bisa dibanggakan ketimbang pergi ke mall. “Ini semakin memotivasi kami dalam berkontribusi melestarikan budaya,” katanya. (srm)

 

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts