spot_imgspot_img

Gara-Gara Jajan Maklor, Puluhan Siswa SD di Kudus Muntah-Muntah

KUDUS,suaramuria.com – Aparat Polsek Mejobo Kabupaten Kudus mengamankan seorang pedagang macaroni telur (maklor), Senin (13/2). Pedagang itu dimintai keterangan setelah puluhan siswa SDN 2 Mejobo muntah-muntah setelah jajan maklor.

Mereka diduga keracunan usai jajan maklor sebelum upacara bendera. Total ada sebanyak 26 siswa yang mengalami keracunan.

Sedikitnya sebanyak sepuluh siswa harus dilarikan ke Puskesmas setelah mengalami pusing, mual, lemas dan muntah usai jajan maklor dari pedagang disekolah.

Selain mengamankan pedagang berinisial WN (34), Polisi juga menyita sejumlah barang di antaranya Jasuke, Maklor dan Cilor. Termasuk, sisa jajanan yang dikonsumsi murid saat jam istirahat.

Di Mapolsek Mejobo,WN terlihat syok. Terlebih selama berjualan maklor, tak pernah ada kejadian seperti itu.

Kepada Polisi, WN mengaku baru pertama kali berjualan di SD N 2 Mejobo.

Kapolres Kudus AKBP Dydit Dwi Susanto melalui Kapolsek Mejobo AKP Cipto mengatakan, Sebanyak 15 siswa diantar kerumah masing masing karena gejala ringan dan 10 siswa dilarikan ke Puskesmas Jepang untuk menjalani perawatan karena kondisnya lemas.

“Selain 10 siswa yang dibawa ke Puskesmas, 15 siswa dilaporkan juga mengalami gejala yang sama usai konsumsi jajanan tersebut, namun memilih rawat jalan di rumah masing-masing karena gejala ringan,” jelas AKP Cipto.

Ia menambahkan, semua sampel makanan yang diduga jadi pemicu terjadinya keracunan yang dialami siswa telah disita petugas. Sampel itu dikirim ke laboratorium DKK Provinsi di Semarang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Sampai saat ini, dari 10 siswa yang dibawa ke Puskesmas 9 diantaranya sudah diperbolehkan pulang. Jadi masih ada 1 siswa yang dirawat di Puskesmas karena kondisinya masih lemas,” imbuhnya.

Bawa Bekal

Selain itu, kami juga mengimbau agar orang tua mengawasi jajanan buah hati mereka. Menurutnya, ketika anak-anak berada di lingkungan sekolah, maka pengawasan oleh para guru bisa dilakukan.

Makanan dan minuman yang dijual di kantin sekolah pun juga bisa disortir agar tidak ada jajanan yang berbahaya.

“Kepada para orangtua diusahakan membawakan bekal anak, hal ini untuk meminimalisir anak anak jajan diluar,” katanya. (srm)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts