spot_imgspot_img

Gelar Lomba Desa, Hartopo Janjikan Hadiah Rp 450 Juta Untuk Desa Paling Inovatif

KUDUS,suaramuria.com – Bupati Kudus Hartopo menjanjikan hadian bantuan khusus bagi desa yang paling inovatif. Total hadiah yang disiapkan melalui kegiatan lomba desa ini mencapai Rp 450 juta.

Hartopo mengatakan, hadiah itu menjadi bentuk apresiasi bagi upaya Pemerintah Desa yang telah mengembangkan potensi wilayahnya,

“Kami siapkan penghargaan khusus bagi pemenang lomba desa. Total ada Rp 450 juta masing-masing untuk pemenang pertama mendapatkan Rp 200 juta, pemenang kedua sebesar Rp 150 juta, dan pemenang ketiga sebesar Rp 100 juta.

BACA JUGA : Kaya Potensi Lokal, DPRD Kudus Ingin Kelembagaan Desa Wisata Diperkuat

Pemkab Kudus akan menganggarkan bantuan khusus ratusan juta melalui APBD Perubahan 2023.

“Kami sediakan bantuan keuangan khusus bagi pemenang lomba desa tahun ini. Semoga nantinya bisa untuk membangun lebih baik lagi,” tuturnya.

Janji itu disampaikan Hartopo saat membuka penilaian lomba desa di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Senin (27/3).

Produk UMKM

Hartopo yang hadir bersama Ketua TP PKK Kabupaten Kudus Mawar Hartopo juga terkesan dengan produk UMKM, termasuk makanan jadul yang masih tersedia di Desa Padurenan. Produk unggulan itu dipamerkan pada penilaian tersebut.

“Di Paduenan makanan jadul masa kecil saya dulu ternyata masih ada. Ini menarik, semoga kedepan bisa lebih dikemas menjadi lebih kekinian sehingga semakin banyak peminatnya,” ujarnya.

Hartopo menilai perekonomian Desa Padurenan berhasil bangkit setelah pandemi dua tahun terakhir.

Program prioritas seperti menurunkan angka stunting juga sudah dilaksanakan. Hartopo meminta seluruh kebijakan yang baik terus ditingkatkan. Sehingga Desa Padurenan ke depan bisa menjadi desa mandiri.

“Pemulihan ekonominya sudah bagus, tinggal dilanjutkan. Semoga ke depan bisa menjadi desa mandiri,” ungkapnya.

Kepala Desa Padurenan Thoni Hermawan mengungkapkan desa memiliki berbagai UMKM yang telah menjangkau berbagai daerah di Indonesia. Seperti bordir, meubel, maupun rokok herbal.

Beberapa kuliner khas Padurenan seperti pecel daun telo gendruwo, geplak sari, dan minuman mangler juga masih eksis. Thoni juga menjelaskan 10 program PKK telah dimaksimalkan.

“Setelah badai pandemi, memang UMKM paling berdampak. Tapi kami berupaya bangkit dan terus menjalankan program yang mendukung arahan dari Pak Bupati,” katanya. (srm)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts