spot_imgspot_img

Gen Sadar, Cara Pemuda Muhammadiyah Semarakkan Ramadan

REMBANG, lasem.id — Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Rembang menginisiasi kegiatan bertajuk GEN SADAR (Gerakan Entrepreneur Ngaji Silaturahmi AMM Dakwah Asyik Ramadhan) pada Selasa sore (19/3/2024) di Pomahan Sulang.

Ketua PDPM Rembang, Zainal Abidin, menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk membuka ruang belajar keislaman dan melatih entrepreneurship bagi AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah).

GEN SADAR juga merupakan silaturahmi dengan PCPM (Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah), diskusi ringan dan tarawih berjamaah, ” tambah Zainal

Setiap pekan, kegiatan ini akan berpindah-pindah lokasi, dimulai dari Sulang, selanjutnya di Kaliori, Sale, dan Lasem, dengan menghadirkan nara sumber yang kompeten.

Sementara itu Pengasuh Pondok Ad-Da’wa Rembang Ustadz Miftahul Umam dalam tausiyahnya mengatakan salah satu orang yang disukai setan menurut Imam Al-Ghazali adalah orang yang hanya mengingat-ingat dosanya, meratapi dosa-dosanya, sampai setiap hari ia menjadi pribadi yang pasif.

Karena itu, ia meninggalkan jihadnya kepada masyarakat, meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar kepada orang lain.

“Marilah kita menjadi baik bukan hanya untuk diri sendiri tapi juga berusaha amar ma’ruf nahi munkar di setiap ladang yang kita miliki. Jika kita menunggu menjadi pribadi yang sempurna untuk menyampaikan ayat-ayat Allah, maka tidak akan ada yang menyampaikannya,” pesannya.

Selain tausiyah, GEN SADAR putaran pertama ini juga berisi penyampaian materi Entrepreneur oleh pemilik TKP yang berfokus pada usaha makanan, seperti seblak, dan pembuatan kopi, Tommy.

Tommy menjelaskan pengalamannya setelah lulus kuliah, saat mengikuti pelatihan percetakan sablon di Desa Trembes bersama teman-temannya. Saat pandemi Covid-19, ia memulai usaha undangan dan kartu vaksin bekerja sama dengan pihak desa di Gunem, hanya dengan modal printer dan komputer.

“Lalu saya dan 7 orang mulai aktif di Karang Taruna Gunem dan banyak melakukan pelatihan, seperti sinau bareng untuk anak SD, pembibitan pepaya, dan basecamp di rumah saya,” ungkapnya.

Awalnya, saya ingin membuka coffee shop, namun setelah mencari informasi, saya menyadari modalnya besar. Saat bertemu dengan teman kuliah yang memiliki usaha seblak, dia menyarankan saya untuk membuka usaha seblak.

“Saat ini usaha seblak saya ditambah dengan bakmi, nasi goreng, es teh manis, dan lain-lain. Intinya, dalam usaha, kita harus kreatif, up to date, dan kerja keras,” pungkasnya.

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts