spot_imgspot_img

Ikut Lomba Desa, Ini Potensi Unggulan Desa Loram Kulon

KUDUS,suaramuria.com – Pemerintah Desa Loram, Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus menampilkan sejumlah potensi unggulan untuk penilaian perlombaan desa yang digelar Pemkab Kudus.

Kepala Desa Loram Kulon Taslim, memaparkan bahwa desanya masih kental akan tradisi dan budaya yang bernuansa islami.

Salah satunya yakni Ampyang Maulid untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

BACA JUGA : Gelar Lomba Desa, Hartopo Janjikan Hadiah Rp 450 Juta Untuk Desa Paling Inovatif

Kegiatan tersebut juga sebagai upaya mengangkat perekonomian masyarakat dengan dibarengi penyelenggaraan Loram Expo.

“Desa Loram Kulon memiliki tradisi Ampyang Maulid, dan digelar bersama Loram Expo satu minggu sebelum Ampyang Maulid untuk mengangkat UMKM desa kami,” tuturnya.

Di bidang kesehatan, Taslim mengatakan sangat serius dalam upaya penanganan stunting yang menjadi program prioritas pemerintah pusat.

Pemdes Loram Kulon setiap tahunnya menganggarkan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita yang membutuhkan gizi tambahan. Saat ini tercatat kasus stunting dan kurang gizi berjumlah 9 balita yang telah mendapat penanganan.

“Inovasi penanganan stunting mendukung program pemerintah, kami terus mengupayakan penurunan angka stunting. Stunting dan kurang gizi 9 anak sudah ditangani puskesmas dan kader setempat,” jelasnya.

Lebih Baik

Bupati Kudus Hartopo yang hadir pada pembukaan penilaian perlombaan desa tingkat kabupaten di Desa Loram Kulon berharap lomba ini menjadi motivasi Pemdes untuk berubah ke arah yang lebih baik.

Bupati Hartopo pun berpesan agar dalam pengembangan inovasi, kepala desa harus mampu merangkul seluruh elemen masyarakat.

“Kepala desa harus bisa kolaboratif merangkul semua elemen. Supaya semakin banyak masukan untuk membantu pengembangan desa,” katanya.

BACA JUGA : Lomba Desa Motivasi Tingkatkan Pelayanan

Dalam kesempatan ini, Bupati Kudus juga menyampaikan informasi tentang penggunaan dana desa yang lebih fleksibel pada tahun 2023.

Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Desa tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. Maka dari itu, Hartopo meminta pemerintah desa dapat menggunakan dana desa untuk program prioritas seperti penanganan stunting dan pengentasan kemiskinan.

“Mandatori dana desa 2023 lebih fleksibel dan bisa dimaksimalkan. Maka bisa digunakan untuk mengoptimalkan upaya penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrem,” katanya. (srm)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts