spot_imgspot_img

Jelang Pemilu, Rp 2,3 Miliar Bantuan Keuangan untuk Partai Politik Cair

KUDUS,suaramuria.com – Pemkab Kudus mencairkan bantuan keuangan untuk partai politik (banpol) sebesar Rp 2,3 miliar lebih. Banpol ini dicairkan kepada sepuluh parpol di Kudus, jelang Pemilu 2024.

Penyerahan banpol secara simbolis digelar di Pendapa Kabupaten Kudus, Senin (28/8).

Kepala Badan Kesbangpol Mohammad Fitriyanto mengatakan, ada sepuluh parpol yang mendapatkan bantuan keuangan untuk partai politi ini.

BACA JUGA : Hibah Dana Banpol Naik Fantastis, Pemkab Kudus Alokasikan Rp 2,35 Miliar

Masing-masing parpol mendapatkan banpol bervariasi sesuai jumlah suara yang diperoleh pada Pemilu lalu. Banpol hanya dicairkan kepada sepuluh parpol yang memiliki kursi di DPRD Kudus.

“Bantuan keuangan untuk partai politik ini diberikan secara proporsional. Selanjutnya, realisasi anggaran dilaksanakan secara transparan dan penuh tanggung jawab,” katanya.

PDI Perjuangan sebagai partai pemenang Pemilu 2019 mendapat alokasi banpol terbesar yakni Rp 430 juta. PKB diurutan berikutnya mendapatkan sebesarRp 378 juta. Sementara Partai Gerindra dan Golkar masing-masing Rp 356 juta dan Rp 312 juta.

Berikutnya PKS menerima sekitar 172 juta rupiah dan Partai Nasdem menerima sekitar 171 juta rupiah.

PAN menerima sekitar 150 juta rupiah, PPP menerima sekitar 144 juta rupiah, Partai Hanura menerima sekitar 137 juta rupiah, dan Partai Demokrat menerima sekitar 100 juta rupiah.

Kedewasaan Berpolitik

Bupati Kudus dalam pidatonya mengajak partai politik mensosialisasikan kedewasaan berpolitik hingga ke masyarakat pedesaan.

“Pendidikan politik menjelang tahun politik ini pas sekali. Kalau bisa, pendidikan politik harus menyentuh akar rumput (grassroots),” katanya.

Bupati menekankan adanya pendidikan politik sangat dibutuhkan untuk partisipasi politik masyarakat yang lebih ideal.

Utamanya mencegah politik uang dan mewujudkan Pemilu damai. Hartopo mendorong agar partai politik turut mengedukasi masyarakat bahwa perbedaan pilihan bukan alasan untuk timbul perpecahan.

“Semua pihak harus mewujudkan Pemilu damai. Berbeda pilihan itu wajar. Jangan sampai menyebabkan gap-gap atau pertikaian,” terangnya.

Bendahara DPD Partai Nasdem Muhtamat mengatakan, partainya rutin menggelar pendidikan politik bagi kader maupun simpatisan dan masyarakat umum. Pendidikan Politik penting agar masyarakat semakin memahami pentingnya politik dan tidak menjadi apolitis. (srm)

 

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts