spot_imgspot_img

Lomba Desa Motivasi Tingkatkan Pelayanan

KUDUS,suaramuria.com – Lomba desa menjadi sarana evaluasi pemerintah desa guna memaksimalkan inovasi dan potensi yang ada. Hasil dari lomba desa nantinya dapat menjadi motivasi dalam peningkatan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat.

Hal inilah yang diharapkan Bupati Kudus Hartopo ketika membuka Evaluasi Perkembangan Desa Tingkat Kabupaten Kudus di Desa Cranggang, Kecamatan Dawe, Senin (3/4).

Bupati Hartopo menyebut bahwa Desa Cranggang adalah salah satu desa yang memiliki potensi di bidang pertanian.

BACA JUGA : Gelar Lomba Desa, Hartopo Janjikan Hadiah Rp 450 Juta Untuk Desa Paling Inovatif

Hasil tani seperti kencur dan laos dari desa tersebut telah dikenal akan kualitasnya. Tak hanya itu, produk gula tumbu juga berhasil menjadi produk unggulan yang dipasarkan secara luas.

“Gula tumbu disini memang sudah sejak dulu terkenal. Juga terdapat hasil tani, kencur yang dulu sempat tinggi ketika pandemi,” ujarnya yang hadir beserta Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo.

Upaya pelestarian budaya dan kearifan lokal di Desa Cranggang juga mendapat apresiasi dari Bupati Kudus. Nilai-nilai kearifan lokal masyarakat desa diharapkan dapat terus dipertahankan di tengah gempuran zaman. Sehingga selalu tercipta kondusifitas dan kerukunan warga.

“Desa Cranggang bagus masyarakatnya guyub rukun terutama kearifan lokal budaya yang harus dipertahankan,” tuturnya.

Hartopo berpesan banyak aspek yang menjadi penilaian pada lomba desa, terutama menyangkut sepuluh program pokok PKK. Maka dari itu, pemerintah desa harus selalu mendukung kegiatan PKK melalui dana desa.

“Lomba untuk motivasi desa menjadi lebih baik, termasuk pelaksanaan 10 program pokok PKK yang harus mendapat dukungan dari pemerintah desa,” pesannya.

Total ada sembilan desa yang mengikuti ajang lomba desa tahun ini. Mereka mewakili sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus.

Sembilan desa tersebut masing-masing Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, Desa Lambangan, Kecamatan Undaan, Desa Jekulo, Kecamatan Jekulo, Desa Jepang, Kecamatan Mejobo, Desa Cranggang, Kecamatan Dawe, Desa Ngembalrejo, Kecamatan Bae, Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Desa Banget, Kecamatan Kaliwungu, dan Desa Janggalan, Kecamatan Kota.

Kental Tradisi

Dalam paparannya, Kepala Desa Cranggang Imam Zuhri, mengatakan bahwa desanya sangat kental dengan tradisi budaya.

Ia mengatakan, upaya pelestarian sedekah bumi atau apitan setiap tahunnya menjadi upaya pelestarian kearifan lokal. Hal tersebut merupakan wujud syukur dan doa agar hasil tani di desanya selalu meningkat dan berlimpah.

“Produk unggulan dari pertanian, empon-empon seperti kencur dan laos. Cranggang terkenal produk Gula tumbu dengan kualitas yang menembus pasar tidak hanya di Jawa Tengah namun sampai Jawa Barat,” jelasnya.

Pemerintah Desa Cranggang juga terus menggalakkan upaya pencegahan dan penurunan angka stunting. Imam Zuhri melaporkan bahwa di desanya terjadi penurunan angka stunting dalam dua tahun terakhir.

Tercatat dari 132 balita terdapat 20 kasus stunting pada 2021, sedangkan tahun 2022 dari 143 balita terdapat 18 kasus stunting.

“Kita harapkan dapat terus menurun, pada tahun ini. Semua berkat pengabdian kader yang terus mendampingi anak stunting dengan pemberian PMT rutin selama 90 hari,” jelasnya. (srm)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts