spot_imgspot_img

Rembang Jadi Kabupaten Pengamatan Inflasi Nasional

REMBANG, lasem.idKabupaten Rembang terpilih menjadi menjadi bagian dari 150 kabupaten/kota yang menjadi sampel pengamatan inflasi nasional mulai 2024.

Di Jawa Tengah terdapat sembilan kabupaten / kota yang terpilih menjadi sampel pengamatan inflasi nasional.

Sekretaris Daerah, Fahrudin mengatakan dengan terpilih menjadi sampel pengamatan inflasi nasional, Kabupaten Rembang akan mendapatkan beberapa keuntungan. Diantaranya adalah potensi insentif dari pemerintah pusat apabila sukses mengendalikan inflasi.

”Insentif dari Pemerintah Pusat untuk pengendalian inflasi ini bisa sampai Rp 10 miliar. Ini menjadi kabar baik bagi Kabupaten Rembang,” ungkap dia.

Sekda menambahkan, Pemkab Rembang akan memberikan dukugan kepada BPS Kabupaten Rembang untuk mensukseskan kabupaten sampel pengamatan inflasi nasional.

Sementara itu Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang, Teguh Imam Santoso mengatakan Kabupaten Rembang mulai 1 Januari 2024 mendatang akan memiliki nilai inflasinya sendiri.

Indeks inflasi Kabupaten Rembang selama ini diambil dari kabupaten / kota sampel terdekat yaitu Kabupaten Kudus.

Kabupaten Rembang bisa mengetahui inflasi yang terjadi setiap bulan. Karena kami akan melakukan pendataan setiap bulan,” terang dia saat Forum Grup Diskusi (FGD) Menyongsong Rembang Sebagai Kota Inflasi, Kamis (14/12/2023) siang.

Survei Persiapan

Dia mengatakan sebagai persiapan sebagai kabupaten / kota sampel inflasi, BPS Kabupaten Rembang telah melakukan Survey Biaya Hidup (SBH) untuk mendapatkan dua komponen yaitu Paket Komoditas dan Diagram Timbang.

Paket Komoditas yaitu sekelompok barang dan jasa yang umumnya dikonsumsi suatu masyarakat. Sedangkan diagram timbang adalah bobot nilai masing-masing barang dan jasa dalam paket komoditas dibandingkan nilai sub kelompok total seluruh barang dan jasa.

Dari Diagram Timbang ini akan didapatkan Nilai Konsumsi Dasar (NKD) tahun dasar. NKD terbagi menjadi dua yaitu Nilai Konsumsi Bulanan Tahun Dasar dan Nilai Konsumsi Bulanan Tahun Berjalan,” jelas dia.

Dari Nilai Konsumsi Bulanan Tahun Dasar dan Nilai Konsumsi Bulanan Tahun Berjalan akan didapatkan Indeks Kebutuhan Dasar (IKD).

Inflasi akan dinilai dari perbandingan antara dua nilai IHK,” pungkas dia. (rd/red)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts