spot_imgspot_img

Retribusi KIR dan Tera Dihapus, Daerah Kehilangan Potensi Pendapatan

 KUDUS,suaramuria.com – Pemkab Kudus bakal kehilangan potensi pendapatan daerah seiring dihapusnya retribusi KIR kendaraan bermotor dan tera. Pemerintah Pusat menerbitkan kebijakan layanan tera dan KIR gratis.

Penghapusan ini imbas dari berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah.

Dengan diterbitkannya UU ini, Pemerintah Daerah diberi waktu dua tahun untuk melakukan penyesuaian. Pemkab Kudus telah mengusulkan Ranperda Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang saat ini tengah dibahas di DPRD Kudus.

Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Eko Djumartono mengatakan, meski retribusinya dihapus, pelayanan tetap berjalan.

Ia menambahkan, uji KIR menyangkut keselamatan nyawa manusia. Ia mencontohkan, kendaraan jika telah mengantongi KIR berarti telah laik jalan. Jika KIR asal-asalan dan terjadi persoalan dijalan raya, tak hanya pengendara kendaraan tersebut saja yang bisa celaka. Nyawa pengendara lain atau pengguna jalan yang lain juga berhaya.

“Termasuk penumpang kendaraan umum seperti bus atau angkutan umum. Karena itu meski sudah tidak ada pendapatan retribusi disana, namun pelayanan tetap harus maksimal,” ujarnya.

Kabupaten Kudus tahun ini menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 426,6 miliar. menambahkan, meski ada perubahan regulasi terkait potensi pendapatan daerah baik melalui pajak maupun retribusi, ia optimistis PAD tetap akan mencapai target.

“Selain retribusi tera dan KIR yang dihapus, ada beberapa sektor pendapatan sesuai regulasi dari Pemerintah pusat harus turun dari 20 persen menjadi 10 persen seperti pada pajak tempat parkir khusus,” katanya. (srm)

 

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts