spot_imgspot_img

Sejumlah Wilayah Pati Awet Terendam Banjir, Warga Mulai Jengah

PATI,suaramuria.com – Banjir yang tak kunjung surut di sejumlah wilayah di Kabupaten Pati membuat warga mulai jengah. Sejumlah desa di Pati masih terendam banjir hingga saat ini.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati Martinus Budi Prasetyo mengamini jika hujan yang turun beberapa hari terakhir ini kembali membuat banjir menggenangi sejumlah desa di aliran Sungai Juwana.

“Sepert Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo sampai Desa Mintobasuki dan Banjarsari di Kecamatan Gabus,” katanya.

BACA JUGA : Kasiyan Banjir Lagi, Akses Jalan Alternatif Pati – Kudus Terendam Setengah Meter

Meski dua bulan berselang, sejumlah desa di Pati masih juga kebanjiran. Bahkan ketinggian banjir dilaporkan kembali meninggi. Setidaknya ada lima desa yang kini tergenang banjir.

Kondisi itu seperti yang terjadi di Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo. Banjir masih menggenangi sejumlah rumah warga hingga jalan raya penghubung Kayen – Kudus. Kondisi banjir justru semakin meninggi kemarin.

Dari pantauan di lapangan, kondisi jalan semula sempat mulai dilewati sepeda motor. Namun kemarin, sejumlah kendaraan tampak mogok saat melintas di jalan utama penghubung Kecamatan Kayen, Pati menuju ke Kabupaten Kudus. Hanya truk dan mobil yang tampak melintas.

Kondisi sejumlah rumah di Dukuh Penggingwarno, Desa Kasiyan juga terlihat masih tergenang banjir hingga 40 sentimeter.

“Banjir kembali meninggi seminggu terakhir ini. Para pengendara yang semula sempat berani melintas sekarang jarang yang berani lagi. Tapi untuk mobil dan truk masih melintas,” terang Kardi warga setempat.

Selain Desa Kasiyan, banjir juga masih menggenangi Desa Gadudero, Tanjang, Mintobasuki, dan Banjarsari. Sejumlah pemukiman warga terlihat masih tergenang banjir luapan sungai Juwana.

Sejumlah warga Desa Mintobasuki, Kecamatan Gabus selama dua bulan terakhir ini bahkan terpaksa bertahan di ranggon atau tempat tidur buatan yang ditinggikan dari bambu. Itu upaya mereka untuk tetap beraktivitas di tengah bencana banjir. Terlebih saat ini banjir kembali meninggi.

Buat Ranggon

Kondisi itu seperti dirasakan oleh Sukar, warga Desa Mintobasuki. Sukar mengatakan, warga terpaksa membuat ranggon itu sejak Desember lalu dan tetap digunakan untuk beraktivitas dengan istri serta dua anaknya. Bahkan untuk tempat makan dan tidur.

“Kebetulan rumah saya hanya sekitar 100 meter dari Sungai Silugonggo. Banjir masuk rumah sekitar 50 sentimeter. Sebenarnya sempat surut tapi banjir kembali naik lagi,” tambahnya.

Diapun mengaku tak bisa berbuat banyak dan hanya bisa pasrah. Saat ini dia memilih mencari ikan di sungai untuk kebutuhan pangannya sehari-hari. Apalagi lahan pertaniannya juga terendam banjir berbulan-bulan.

“Jika di hitung sejak akhir tahun 2020 sampai sekarang, enam kali sudah naik terus, paling besar Desember sampai sekarang,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua RT 1 / RW 2 Desa Mintobasuki, Trimo menyebut saat ini ada 30 rumah warga yang kebanjiran. Air kembali meninggi sejak Jumat (17/2). Dia berharap agar ada perhatian dari pemerintah. (srm)

 

 

 

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts