spot_imgspot_img

Stunting Tak Hanya Soal Tinggi Badan Saja, Ini Yang Perlu Diperhatikan

KUDUS,suaramuria.com – Persoalan stunting tak hanya fokus pada masalah tinggi badan anak saja. Dokter spesialis anak dokter Arif Faiza mengatakan, banyak faktor yang bisa mempengaruhi tumbuh kembang anak, di antaranya adalah pemenuhan kebutuhan dasar anak.

Berbicara pada sosialisasi pencegahan stunting yang dilaksanakan TP PKK Kabupaten kudus, sabtu (24/12), ia menyebutkan setidaknya ada tiga hal yang perlu dicermati orang tua yaitu melalui asuh, asih dan asah.

“Asuh mencakup kebutuhan nutrisi untuk kesehatan, melalui imunisasi dan kesegaran jasmani. Asih juga yang sering terlupakan karena ibu-ibu bekerja sehingga kurang memberi perhatian. Asah yakni membutuhkan peran orang tua dalam stimulasi kreativitas anak,” katanya.

BACA JUGA : Kedaireka Bantu Pemkab Rembang Percepat Penurunan Stunting

Ia menambagkan, stunting kerap disebabkan karena gangguan gizi jangka panjang atau malnutrisi kronis.

Masalah gangguan gizi disebabkan karena keluarga yang tidak mampu atau keluarga yang tidak mengetahui kebutuhan gizi anak.

“Dua penyebabnya karena memang tidak mampu, atau yang mampu tapi tidak tahu mana yang baik untuk bayinya. Saya pernah menjumpai orang tua yang mampu tapi membelikan minuman kemasan dari pada susu untuk anak,” katanya.

Ketua TP PKK Kabupaten Kudus, Mawar Hartopo yang hadir pada cara itu mengatakan, upaya pencegahan stunting sebetulnya bisa dilakukan sedini mungkin.

Seribu Hari

Mawar menyoroti pentingnya asupan nutrisi pada seribu hari pertama kehidupan. Maka dari itu, kata dia, para ibu perlu mengonsumsi nutrisi yang dibutuhkan bayi, baik ketika masa kehamilan hingga menyusui.

“Pada usia seribu hari pertama kehidupan, asupan nutrisi yang baik sangat dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil, tidak hanya untuk mencukupi kebutuhan nutrisi si ibu, asupan nutrisi yang baik juga dibutuhkan bayi,” katanya.

Selain itu, pencegahan stunting pun perlu dimulai sejak masa remaja perempuan dan pra nikah. Mawar Hartopo mengingatkan kepada para remaja untuk waspada akan kondisi anemia atau kurang darah. Khususnya bagi remaja putri harus mulai rutin mengonsumsi tablet tambah darah sejak masa menstruasi pertama.

“Remaja perempuan yang sering anemia jangan disepelekan walaupun efeknya hanya pusing. Saya pun mengonsumsi tablet tambah darah sampai sekarang,” katanya.

Mawar Hartopo menambahkan, penanganan stunting saat ini masih menjadi fokus perhatian pemerintah.

Pasalnya berkaitan langsung dengan sumber daya manusia yang nantinya akan meneruskan keberlangsungan pembangunan bangsa. Generasi muda di masa mendatang harus sehat dan kuat guna mewujudkan bangsa yang maju. (srm)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts