spot_imgspot_img

Tinjau Lokasi Banjir, Bupati Pastikan Penanganan Terus Dilakukan

Hujan lebat dengan intensitas tinggi terjadi sejak Jum’at malam (14/10/2022) hingga Sabtu dini hari (15/10/2022) mengakibatkan ribuan rumah di sebagian wilayah Kecamatan Sumber, Kaliori dan Lasem terendam banjir.

Wilayah yang terdampak banjir yaitu enam desa di Kecamatan Kaliori meliputi Desa Wiroto, Meteseh, Maguan, Mojorembun, Tambakagung dan Tunggulsari dan enam desa di Kecamatan Sumber, yaitu Logede, Krikilan, Kedungtulup, Sekarsari, Jatihadi, Logung, serta di Kecamatan Lasem meliputi Desa Jolotundo dan Sumbergirang.

Banjir juga telah merusak empat jembatan dan merendam satu sekolah. Sementara keluarga yang terdampak sejumlah 1.880.

Relawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), satuan tugas penanganan bencana di tingkat kecamatan langsung bergerak membantu warga terdampak. Pemerintah dan beberapa organisasi juga turun membantu membagikan makanan kepada warga terdampak.

Pada Minggu (16/10/2022), Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz dan Wakil Bupati Mochamad Hanies Cholil Barro’  membagikan sembako dan membedah Rumah Tidak Layak Huni.

Pemkab, Relawan, Warga dan TNI/POLRI membersihkan sisa banjir di sekitar Jembatan Dukoh, Wiroto

Bupati mengatakan kedatangannya ke lokasi bencana di Desa Wiroto, Kecamatan Kaliori bersama rombongan untuk memastikan musibah bisa segera mendapat penanganan dengan cepat dan mengantisipasi banjir agar tidak terjadi lagi.

Ini apabila tidak ditangani, akan mengganggu kelancaran arus lalu lintas air, yang dimungkinkan hujan turun lagi, akan menyebabkan hal yang sama,” imbuhnya.

Terkait longsor di dekat Jembatan Dusun Dukoh Desa Wiroto, Bupati akan menyampaikan ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Pasalnya, penanganan sungai di sepanjang Waduk Randugunting yang memanjang dari Kecamatan Sumber dan Kecamatan Kaliori merupakan kewenangan BBWS.

Abdul Hafidz berharap akan ada pengerukan sungai dari Desa Kedungtulup Kecamatan Sumber sampai Desa Tunggulsari Kecamatan Kaliori. Sehingga jika ada hujan di hulu tidak menyebabkan banjir di hilir.

Pendangkalan

Banjir di Rembang barat menurut Bupati sudah menjadi kejadian rutin di tiga tahun terakhir ini. Hal itu dipicu adanya pendangkalan di Bendungan Kedungsapen, Desa Jatihadi, Kecamatan Sumber.

Kalakhar BPBD Kabupaten Rembang, Sri Jarwati mengungkapkan sebagai bentuk antisipasi agar bencana alam ini tidak terulang, pihaknya bersama masyarakat, relawan dan TNI/ Polri membersihkan rumpun bambu yang tersangkut di kaki penopang jembatan.

Kita mengajak OPD terkait, mengadakan kerja bakti membersihkan sangkrah dapuran bambu. Karena itu ada beberapa dapuran bambu yang menyumbat jembatan antar desa,” tandasnya. (rd/red)

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts