spot_imgspot_img

Warga Kudus Serbu Kirab Banyu Panguripan Menara Kudus

KUDUS,suaramuria.com – Warga Kabupaten Kudus tumpah ruah serbu tradisi kirab banyu panguripan Menara Kudus. Iring-iringan rombongan kirab ini bertolak dari Pendapa Kabupaten Kudus menuju Menara Kudus, Minggu (5/2) siang.

Kirab banyu panguripan yang airnya diambil dari punden dan belik di Kudus itu digelar dalam rangka Ta’sis (hari jadi) ke-488 Menara Kudus.

Panitia Kirab banyu panguripan Abdul Jalil menuturkan, peringatan Ta’sis Menara Kudus akan menjadi agenda tahunan selain prosesi Buka Luwur yang digelar tiap bulan Muharram.

BACA JUGA : Tampilkan Budaya Multikultur, Kirab Kebangsaan Ramaikan Haul Mbah Datuk Undaan

Ta’sis atau proses berdirinya Menara Kudus, ditunjukkan melalui artefak candra sengkala yang ada di dalam masjid yang disimpulkan jatuh pada 19 Rajab tahun 956 H.

“Kirab punden dan belik yang biasa kita sebut kirab Banyu Panguripan ini menjadi salah satu kirab selain prosesi Buka Luwur. Yakni, dalam rangka Hari Jadi (Ta’sis) Menara Kudus yang jatuh pada 19 Rajab,” jelasnya.

Kirab diikuti sebanyak 197 perwakilan punden dan belik se-Kabupaten Kudus. Kirab ini dimulai dari Pendapa Kabupaten dan berakhir di depan Menara Kudus.

“Kegiatan ini hanya diikuti seperempat dari total pemangku punden dan belik di Kudus. Angka 197 kami pilih karena Tasis Menara Kudus setiap 19 Rajab. Rajab adalah bulan ketujuh dalam penanggalan Hijriyah,” ujar Jalil.

Sebagai bentuk dukungan akan kelestarian budaya di Kota Kretek, Bupati Kudus Hartopo dengan penuh semangat melepas kirab tersebut di Halaman Pendapa Kabupaten Kudus.

Bupati mengatakan, Ta’sis Menara Kudus ke-488 merupakan momentum untuk ‘ngalap’ berkah perjuangan panjang Sunan Kudus dalam mensyiarkan Islam. Oleh sebab itu, napak tilas perjuangan Syekh Ja’far Shodiq harus dilestarikan dan dibumikan.

“Acara ini merupakan rangkaian Hari Jadi Menara Kudus ke-488. Kita sebagai generasi penerus sesepuh Kudus harus ‘nguri-uri’ budaya sekaligus napak tilas Kangjeng Sunan Kudus,” katanya.

Kegiatan Tahunan

Selain itu, bupati Hartopo mengapresiasi penyelenggara karena adanya kegiatan tahunan ini bisa mempererat tali silaturahmi. Bagaimana tidak, ratusan pengurus belik maupun punden dapat berkumpul dan memeriahkan kirab.

“Ini yang ikut baru 197 perwakilan, setengah kekuatan, kata Jalil. Bagaimana kalau semuanya yang sekitar 400-an lebih bisa kumpul. Tentu menjadi ajang silaturahmi yang luar biasa,” tambahnya.

Bupati berharap acara Ta’sis Menara ini tiap tahun makin meriah.

Selain bisa membangkitkan kebanggaan warga masyarakat Kudus akan budaya dan adat istiadat, gelaran ini bisa menjadi ikon wisata Kabupaten Kudus yang tentunya bisa meningkatkan perekonomian masyarakat. (srm)

 

Get in Touch

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_imgspot_img

Related Articles

spot_img

Get in Touch

18,580FansSuka
3,027PengikutMengikuti
18,800PelangganBerlangganan

Latest Posts